Melalui cerpen-cerpen di dalamnya, pembaca akan diperlihatkan berbagai fenomena dan realitas sosial terkait ketidakadilan gender yang terjadi dalam masyarakat tersebut, termasuk isu beban ganda yang sering dialami perempuan, meskipun mereka juga telah berperan di ranah publik. Buku ini mencoba "membacai" atau menginterpretasikan ketidaksetaraan gender melalui sudut pandang sastra.
buku isi berasa kumpulan cerita pendek dari beberapa penulis muda
Zaman mpok-mpok belum mengenal rebonding, lihat bebek peliharaan pujaan hati saja sudah terpuaskan rasa rindu. Bahkan kata kakek-nenek, cinta itu bisa membuat para pelakunya rela makan sepiring berdua. Puluhan tahun kemudian, ketika bebek-bebek sudah hampir punah, yang terjadi adalah ‘enggak ada duit maka si abang bakal kena tendang’.
Pada sebuah peristiwa, Nania magang di sebuah perusahaan. Nania adalah seorang gadis cantik dan pintar dari keluarga berada. Pertemuannya dengan Rafli, seorang laki-laki biasa, berkulit gelap, seorang kontraktor, membuat Nania jatuh hati padanya. Siapa yang sangka, Nania memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang dipandang biasa atau sebelah mata oleh orang-orang terdekatnya hingga orang tu…