Novel ini bercerita tentang perempuan aktivis pergerakan Sulastri dan suaminya Sudarmo dan kaitannya dengan pendidikan politik kaum bumiputra melalui sekolah nasional yang saat itu disebut sebagai “sekolah liar”. Mereka terpaksa “hidup di luar jalur” sebagai “manusia bebas” demi memperjuangkan nasib bangsa Indonesia yang sangat memerlukan pendidikan demi mencapai kemerdekaan.
Kuning, seorang pemuda yang memiliki prinsip dan pandangan hidup bebas. Karena gaya hidupnya yang tidak mau diatur dan sering ditentang keluarga, Kuning memilih merantau meninggalkan kampung halamannya. Konflik memuncak saat keluarga mengkhawatirkan nasib Kuning akan berakhir seperti pamannya, Utih, yang hidup miskin dan menyendiri akibat terlalu bersemangat berjuang hingga melupakan masa dep…
Temema kritik terhadap adat perkawinan paksa. Hubungan kasih antara Mariamin dan sepupunya, Aminuddin. Meskipun saling mencintai dan telah berjanji untuk menikah, hubungan mereka terhalang oleh ambisi dan keserakahan orang tua.
Mengisahkan kehidupan Abdul Hamid (Si Dul), anak Betawi yang ceria dan suka mengaji namun bermimpi sekolah, dengan latar belakang budaya Betawi kental sebelum kemerdekaan, yang diwarnai suka duka mulai dari kenakalan khas anak-anak, kepergian ayahnya akibat kecelakaan yang membuat ibunya jatuh sakit, hingga akhirnya dibantu ayah tiri untuk bisa sekolah, menggambarkan perjuangan, ketabahan, dan …
Kisah kehidupan yang erat dengan latar pedesaan atau perkebunan, tecermin dari judulnya yang menggunakan simbol "pohon karet". mengeksplorasi nilai-nilai perjuangan hidup, harapan, dan realitas sosial di lingkungan masyarakat bawah (sering kali dikaitkan dengan kehidupan buruh atau masyarakat di sekitar perkebunan karet)
Buku berisi kumpulan puisi-puisi karya Alifia Khansa Adilla
Buku ini berisi sekumpulan cerita yang tidak saling berhubungan tetapi memiliki setting yang sama, yaitu masa perjuangan Indonesia yang berkisar sekitar pendudukan Jepang sampai kedatangan Sekutu.